Lebih dari seribu hari aku habis kan bersama dia,
berjuta bahagia di reguk bersama, berjuta duka di
telan bersama, dan bermilyar perahu harapan
dilayarkan di samudra harapan, dan ketika
dermaga harapan didepan mata, secuil badai
menghempas, semua perahu harapan luluh lantak
tanpa bentuk, seribu hari tanpa arti, sejuta bahagia
tanpa makna, yg ada hanya sejuta duka yg tiap
detik bertambah dan bertambah sehingga menelan
semua bahagia.
Sebuah keputusan kau buat dengan sekeranjang
air mata, sederet kesalahan disebut, seolah tak
ada ampun untuk ku, seutas tali gantungan kau
siapkan untuk ku dalam senyum mu, dan kau
menghantarku ketiang gantungan itu bersama
kecupan manismu, dan pada detik2 terakhir, kau
janjikan semilyar harapan, kau lantunkan semilyar
kidung penghiburan, lalu kau pergi
meninggalkanku dengan seutas tali kekecewaan
menjerat leherku. Tubuh tanpa asa menggelantung
di tiang kehancuran, melangkah tanpa tujuan,
karena tujuan itu sudah pergi, dan TUJUAN itu
adalah KAMU.
Selamat Jalan sayang, Gapai semua asamu,
reguk setiap tetes bahagiamu, biarkan aku tetap di
sini, menunggu di tiang gantungan, berharap
sebuah pengampunan tercipta untuk ku.